Capaian indikator kinerja kunci Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende.

1.   Kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB

Kontribusi ini diukur dengan membandingkan jumlah kontribusi PDRB dari sektor perdagangan besar dan eceran terhadap total PDRB Kabupaten Ende. Realisasi pencapaian selama empat tahun tidak pernah mencapai target, namun demikian rasio pencapaiannya dapat dikatakan cukup baik yakni berada diatas 70% hingga 80%. Baik jumlah maupun kontribusi sektor ini terhadap PDRB Kabupaten Ende sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 terus mengalami peningkatan. Persentase tertinggi peningkatan jumlah PDRB Sektor perdagangan besar dan eceran terjadi di tahun 2009 yakni sebesar 19,08% dari tahun sebelumnya, sedangkan untuk tiga tahun terakhir persentase kenaikannya masing-masing adalah 16,29%  di tahun 2010, 13,88% di tahun 2011 dan 16,39% di tahun 2012.

Peningkatan terbesar kontribusi PDRB sektor ini terhadap total PRDB Kabupaten Ende terjadi pada tahun 2010 yakni sebesar 2,28% dari tahun sebelumnya (2009) diikuti dengan peningkatan di tahun-tahun berikutnya yakni tahun 2011 dan 2012 masing-masing sebesar 0,66% dan 1,14%.  Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa jumlah kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran terhadap PDRB Kabupaten Ende terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun namun demikian jumlah peningkatan itu belum sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Hal ini tidak terlepas dari kondisi infrastruktur bidang perdagangan yang hingga tahun 2012 masih kurang mendukung.Kondisi fisik pelabuhan yang tidak layak pakai karena kerusakan struktur bangunan yang hingga tahun tersebut  masih dalam tahap renovasi sangat mempengaruhi arus kapal muatan barang sertaketersediaan stok dan harga. Permasalahan lainnya adalah masih terbatasnya jumlah dan kualitas sarana perdagangan seperti pasar tradisional sebagai sarana distribusi bahan pokok dan terbatasnya SDM teknis bidang perdagangan sehingga belum mampu mengatasi berbagai pelanggaran dalam aktivitas perdagangan di Kabupaten Ende.

2.   Kontribusi Sektor perdagangan (khusus perijinan dan penerimaan lainnya) terhadap PAD

Kontribusi ini diukur dengan membandingkan jumlah kontribusi PAD dari sektor perdagangan khususnya perijinan dan penerimaan lainnya dengan jumlah total PAD Kabupaten Ende.Realisasi capaian indikator ini pada tahun 2009 melampau target dan mengalami peningkatan sebesar 38% dari tahun sebelumnya, sedangkan untuk tiga tahun berikutnya realisasi capaiannya tidak mencapai target dan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tahun 2010 realisasi capaian mengalami penurunan sebesar 31%, kembali menurun di tahun 2011 yaitu sebesar 33%, penurunan terbesar terjadi di tahun 2012 yakni sebesar 98%.  Kondisi ini dapat dijelaskan bahwa penurunan pada tahun 2010 disebabkan oleh menurunnya jumlah peneriman lain-lain diantaranya adalah penerimaan dari kegiatan operasi pasar murah, dimana di tahun sebelumnya kegiatan ini menyumbang 41% dari total penerimaan sektor ini. Penurunan di tahun 2011 terjadi karena terhitung sejak tanggal 1 April  Tahun 2011, pelayanan penerbitan SIUP dan TDP telah berpusat di Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP). Dinas Perindag Kabupaten Ende sebagai dinas teknis hanya melakukan pengawasan dan pendaftaran ulang.Sampai tahun 2011 meskipun terus mengalami penurunan namun masih ada penerimaan yakni berasal dari retribusi pendaftaran ulang SIUP.

Penurunan drastis  terjadi di tahun 2012 yang disebabkan karena sejak tanggal 1 Januari 2012 tidak ada lagi penerimaan retribusi ijin usaha perdagangan. Hal ini merupakan  tindak lanjut Pemerintah Daerah Kabupaten Ende melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende atas amanat Permendag Nomor 39/M-DAG/PER/12/2011 tentang Penerbitan SIUP yang menghapus pungutan atas administrasi penerbitan SIUP. Amanat Permendag tersebut kembali ditegaskan melalui Surat  Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No/ 01/PDN/SE/9/2011 tentang penghapusan retribusi surat ijin usaha perdagangan dan tanda daftar perusahaan. Isi penegasan diantaranya adalah bahwa sejak tanggal 1 Januari 2011 pemungutan biaya administrai WDP dan biaya retribusi SIUP termasuk retribusi untuk pendaftaran ulang SIUP tidak dapat dilakukan lagi oleh Daerah. Tahun 2013 indikator ini sedikit mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yakni sebesar 0,0032%, hal tersebut disebabkan oleh adanya penerimaan yang merupakan hasil penjualan produksi hasil  usaha daerah yakni penerimaan dari hasil penjualan garam iodium di UPTD Garam Wewaria.

3.   Produktivitas sektor perdagangan

Indikator ini diukur dengan membandingkan output sektor perdagangan dengan jumlah tenaga kerja sektor perdagangan. Realisasi capaian selama lima tahun selalu melampaui target. Hal ini searah dengan jumlah dan kontribusi sektor perdagangan terghadap PDRB yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan menujukan adanya geliat perekonomian di Kabupaten Ende.

4.   Kontribusi sektor industri terhadap PDRB

Indikator ini diukur dengan membandingkan jumlah kontribusi PDRB dari sektor industri terhadap jumlah total PDRB Kabupaten Ende. Realisasi capaian selama empat tahun belum pernah mencapai target. Namun demikian rasio capaiannya cukup baik yakni berada di atas 70% hingga 90%. Berbeda dengan sektor perdagangan, kontribusi sektor industri terhadap PDRB Kabupaten Ende sangat kecil yakni tidak mencapai 2%. Kondisi ini dapat dijelaskan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Ende belum berkembang industri besar dan baru memiliki satu industri menengah yakni industri air minum dalam kemasan. Kontribusi terbesar sektor ini berasal dari industri kecil yakni industri pengolahan makanan dan minuman serta industri kerajinan. Di pihak lain terdapat beberapa hambatan dalam usaha pengembangan industri di Kabupaten Ende diantaranya adalah potensi bahan baku terbatas dan tersebar di beberapa wilayah meyebabkan ekonomi biaya tinggi, Jiwa dan semangat wirausaha kelompok industri kecil dan menengah yang masih rendah, kualitas SDM kelompok dan aparatur relatif terbatas, infrastruktur daerah yang kurang mendukung menyebabkan arus material bahan baku dan penolong serta pemasaran terhambat serta jangkauan pemasaran produk industri lokal yang sempit sebagai akibat dari kurangnya sarana dan prasarana serta rendahnya mutu dan penampilan produk.

5.   Produktivitas sektor industri

Indikator ini diukur dengan membandingkan output sektor industri terhadap jumlah tenaga kerja industri. Realisasi capaian untuk indikator ini selama lima tahun selalu melampaui target. Tahun 2009 realisasi capaian indikator mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni lebih dari 200% dari tahun sebelumnya, tahun 2010 juga kembali mengalami peningkatan sebesar 13%, peningkatan juga terjadi di tiga tahun terakhir yakni tahun 2011, 2012 dan 2013 yaitu masing-masing sebesar 8%, 7% dan 1%.  Peningkatan produktivitas untuk industri kecil tidak terlepas dari adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende yang secara kontinyu memberikan pembinaan berupa pendampingan baik oleh Tenaga Penyuluh Lapangan maupun oleh aparatur lainnya pada SKPD tersebut, pengawasan dan juga bantuan berupa peralatan dan bahan baku guna mendukung pengembangan usaha industri kecil.

 

BADAN PENGKAJIAN  &

PENGEMBANGAN KEBIJAKAN

PERDAGANGAN

Telephone Penting

Ruang Kerja Bupati     Tlp.21001    
Sekretaris Daerah     21021
Asisten I     Tlp.21410
Asisten II     Tlp.22134
Asisten II     Tlp.22215
KPDT    Tlp.22890
BLHD    Tlp.22370 / 22103
INSPEKTORAT Tlp.21450
BADAN KESBANGPOLINMAS Tlp.21037
BPMD    Tlp.22247
BLHD    Tlp.22217
Dinas Perhubungan      Tlp.21010
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan    Tlp.21303
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah    Tlp.21206/22547
Dinas Sosial Tlp.21007
PENGADILAN NEGERI     
Ruang Ketua Pengadilan    Tlp.21152
Panite/Sekretaris     Tlp.21593
Kepala Lapas Tlp.21189
POLRES ENDE     
Ruang Kapolres     Tlp.21501
DANDIM 1602 ENDE     
Ruang Komandan     21602
Piket Kodim 1602    21064
Sub Den Pom IXI-1    21062
Markas KI C743    21603