Ende, Flobamora.net - Hampir sebulan belakangan ini, minyak tanah seakan menghilang dari peredaran di Kota Ende. Banyak warga mengeluhkan tidak adanya minyak tanah di pangkalan atau pengecer.
Beberapa warga mengaku, harus keliling kota mencari minyak tanah, namun harus gigit jari karena persediaannya habis. Sedangkan jika dijumpai di pegecer, harganya melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah yakni Rp. 4000 per liter atau Rp 20.000 per jirigen yang isi lima liter.
Pantauan Flobamora.net, Selasa (26/5)  kemarin di beberapa titik penjualan minyak tanah seperti Mbongawani, Kota Ratu, Onekore, Potulando dan Mautapaga tidak lagi dijumpai pengecer yang menjual minyak tanah. Sementara ada warga yang menitipkan jerigennya di pengecer dengan maksud ketika minyak tanah didroping agen, mereka bisa mendapatkannya.
"Ada warga Mautapaga yang menitipkan jerigennya di saya. Mereka berharap bisa segera dapat minyak tanah kalau agen sudah datang drop," ujar Anton warga Udayana yang juga pengecer minyak.
Dia mengakui, agen biasanya mengirim minyak tanah seminggu dua kali, namun kadang hanya sekali. Sementara untuk saat ini sudah dua minggu belum ada pendropingan.
Menanggapi hilangnya minyak tanah di pasaran, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ende, Defi Daniel dikonfirmasi, Rabu (27/5) membantah adanya kelangkaan.
Menurutnya, suplai minyak tanah berdasarkan koordinasi dengan Pertamina Ende kuotanya memadai karena persediaannya mencukupi.
"Kita sudah koordinasi dengan Pertamina, jawaban minyak tanah stabil dan keluar dari depo sesuai dengan alokasi agen masing-masing. Jadi, minyak tanah mestinya tidak langka," ujar Defi Daniel.
Dia mengatakan, jika kabupaten tetangga kekurangan pasokan minyak tanah bisa dibantu dari Pertamina Ende.
Menjawabi keresahan itu, kata dia, Disperindag telah mengeluarkan pengumuman kepada masyarakat kalau minyak tanah tidak langka.”Ini penting agar masyarakat tidak resah. HET yang ditetapkan yakni Rp 4.000 per liter atau Rp 20.000 per jerigen lima liter dengan toleransi harga Rp 25.000 per jirigen.
"Kami heran di lapangan harga minyak tanah bisa mencapai Rp 30.000 – Rp 40.000. Kami akan tindak tegas para pengecer nakal dan cabut rekomendasi penjualan. Jika ada kesalahan lebih fatal akan dilaporkan ke polisi untuk ditindak secara hukum,"ujarnya.
Dia berjanji akan memanggil pengecer dan sopir mobil tanki untuk mengetahui apakah benar ada kelangkaan dan bagaimana mekanisme  pendropingan minyak ke tangan pengecer.
Dia menambahkan, Disperindag Kabupaten Ende juga meminta masyarakat untuk melaporkan pengecer yang menjual minyak tanah di atas HET dan membawa buktinya. Disperindag segera menemui pengecernya dan mencabut izin atau rekomendasi penjualan.

 

BADAN PENGKAJIAN  &

PENGEMBANGAN KEBIJAKAN

PERDAGANGAN

Telephone Penting

Ruang Kerja Bupati     Tlp.21001    
Sekretaris Daerah     21021
Asisten I     Tlp.21410
Asisten II     Tlp.22134
Asisten II     Tlp.22215
KPDT    Tlp.22890
BLHD    Tlp.22370 / 22103
INSPEKTORAT Tlp.21450
BADAN KESBANGPOLINMAS Tlp.21037
BPMD    Tlp.22247
BLHD    Tlp.22217
Dinas Perhubungan      Tlp.21010
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan    Tlp.21303
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah    Tlp.21206/22547
Dinas Sosial Tlp.21007
PENGADILAN NEGERI     
Ruang Ketua Pengadilan    Tlp.21152
Panite/Sekretaris     Tlp.21593
Kepala Lapas Tlp.21189
POLRES ENDE     
Ruang Kapolres     Tlp.21501
DANDIM 1602 ENDE     
Ruang Komandan     21602
Piket Kodim 1602    21064
Sub Den Pom IXI-1    21062
Markas KI C743    21603